Dapatkah KPR Murah Menggerakkan Permintaan?

Analisis tentang efektivitas insentif KPR dalam menghidupkan kembali pasar properti di tengah tekanan daya beli, harga lahan, dan ketidakpastian ekonomi.

Analisis tentang efektivitas insentif KPR dalam menghidupkan kembali pasar properti di tengah tekanan daya beli, harga lahan, dan ketidakpastian ekonomi.

Membahas bagaimana kerusuhan, persepsi risiko, dan respons pemerintah dapat memengaruhi investasi, pariwisata, logistik, dan kepercayaan mitra dagang di tengah kompetisi ekonomi Asia.

Jepang menanggung utang lebih dari dua kali lipat ukuran ekonominya dan tetap menjadi salah satu negara paling makmur di dunia. Sri Lanka, dengan rasio utang jauh lebih rendah, kolaps dalam hitungan bulan. Paradoks ini adalah pintu masuk untuk memahami kembali apa yang sebenarnya membuat utang negara berbahaya dan mengapa jawabannya jarang sesederhana angka di neraca

Peran lembaga baru dalam mengawasi volume, harga, dan pajak ekspor komoditas strategis, serta reaksi pasar yang masih bingung.

Harga minyak melemah ketika pasar menunggu detail strategi tekanan ekonomi Amerika Serikat terhadap Iran. Berikut adalah Penjelasan kenapa harga minyak tidak selalu naik saat ketegangan geopolitik meningkat, serta dampak bagi negara importir energi di Asia Tenggara.

Indonesia selama bertahun-tahun memiliki hampir semua alasan untuk menarik perhatian. lebih dari 280 juta penduduk, kelas konsumen yang besar, sumber daya alam melimpah, posisi geografis strategis, serta ekonomi yang relatif tangguh di tengah berbagai guncangan global. Semua itu menjadikan Indonesia sebuah pasar yang sulit diabaikan. Tetapi menjadi pasar besar bukanlah pencapaian akhir..

Ketika Krisis Ganda Menyingkap Batas Ketahanan Indonesia. Dari penerbangan yang tertunda di Kalimantan hingga rumah ibadah runtuh di Flores, namun IHSG justru mencetak rekor. Ini adalah cerita tentang risiko yang belum selesai dihitung.

Mulai 1 Agustus 2026, setiap transaksi yang terjadi di Shopee, Tokopedia, Lazada, dan Blibli akan membawa penumpang baru, negara. Melalui skema pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,5 persen dari omzet, keempat marketplace itu resmi menjadi kepanjangan tangan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan lanskap ekonomi digital Indonesia memasuki babak yang lebih matang, meski tidak sepenuhnya baru.

Rekomendasi Hedging untuk Perusahaan Manufaktur. pertanyaan yang wajib diajukan secara terbuka di ruang rapat perusahaan manufaktur Indonesia adalah, apa yang terjadi jika asumsi minyak $70 per barel dalam APBN 2026 ternyata bukan skenario dasar, melainkan skenario terbaik yang sudah kedaluwarsa?

Pilihan Kebijakan untuk Negara-negara ASEAN, dimana Trade-off jangka pendek energi fosil dan jangka panjang transisi hijau kini bukan lagi perdebatan akademis. Setelah harga minyak dunia menembus US$100 per barel akibat eskalasi di Selat Hormuz, kawasan ini dipaksa menjawab satu pertanyaan dalam waktu nyata, bertahan dengan subsidi, atau berinvestasi pada kemandirian.

Di permukaan, durian beku dari Sulawesi Tengah dan kapal tanker gas alam cair dari perairan Sarawak tampak tidak berhubungan sama sekali. Namun keduanya menceritakan babak yang sama, Asia Tenggara sedang menulis ulang peta dagangnya sendiri. dan kali ini, sebagian besar keuntungan jatuh ke tangan pelaku usaha di kawasan, bukan perantara di luar sana.

Pada hari Minggu, 28 Juni 2026, di tengah gemuruh 2.600 rektor, dekan, dan dosen yang memadati Jakarta International Convention Center, Presiden Prabowo Subianto membacakan sebuah pertanyaan dari lembar kertas yang diterimanya dari para guru besar. Pertanyaan itu sederhana, namun menyimpan bobot yang dalam, bisakah BUMN mengalokasikan sebagian labanya untuk mendanai riset dan inovasi?

Dari subsidi, ongkos logistik, sampai tekanan inflasi, fluktuasi minyak global langsung terasa ke rumah tangga dan pelaku usaha.

Kenaikan Pertamax ke Rp 16.250 adalah sinyal bahwa guncangan geopolitik global kini telah menembus dinding ekonomi rumah tangga Indonesia

Tidak banyak pemimpin yang berani meletakkan reputasinya di atas sebuah angka. Prabowo Subianto melakukannya dengan lantang, berulang, dan penuh keyakinan. Delapan persen. Bukan sekadar target pertumbuhan ekonomi biasa, melainkan sebuah deklarasi ideologis bahwa Indonesia layak duduk sejajar dengan raksasa-raksasa Asia yang dulu pernah membuktikan lompatan serupa.

Ketika tata niaga global sedang diuji oleh proteksionisme dan fragmentasi, Asia Tenggara justru bergerak ke arah yang berlawanan dengan memperdalam integrasi dan mempertaruhkan masa depannya pada satu visi besar.

Ketika Istana Memilih Menyelesaikan Janji Masa Lalu dengan Uang Rakyat

Sebuah dekrit yang menggemparkan. Presiden Prabowo Subianto mencanangkan kebijakan cukup radikal, tanah hak milik yang terlantar akan kembali ke pangkuan negara. Di balik gestur tegas ini, tersimpan narasi besar tentang keadilan, produktivitas, dan masa depan Indonesia.
Kadang, negara-negara yang sedang membangun masa depan akan memerlukan lebih dari sekadar kehati-hatian fiskal. Mereka memerlukan keyakinan, bahkan bila keyakinan itu datang dengan harga yang mahal

Dalam lanskap geopolitik ekonomi global yang terus bergeser, Indonesia baru saja menulis ulang posisinya di peta pertambangan dunia. Bukan dengan retorika atau diplomasi semata, melainkan dengan fakta keras yang tercatat dalam laporan terbaru World Gold Council edisi Januari 2026. produksi emas Tanah Air telah mencapai 140,1 ton per tahun, angka yang menempatkan kita di jajaran elite produsen emas dunia, persis di urutan kedelapan.