Memuat Data Pasar...
Ekonomi & PasarPrime30 Juni 2026 9 mnt baca

Krisis Energi vs Investasi Hijau

Pilihan Kebijakan untuk Negara-negara ASEAN, dimana Trade-off jangka pendek energi fosil dan jangka panjang transisi hijau kini bukan lagi perdebatan akademis. Setelah harga minyak dunia menembus US$100 per barel akibat eskalasi di Selat Hormuz, kawasan ini dipaksa menjawab satu pertanyaan dalam waktu nyata, bertahan dengan subsidi, atau berinvestasi pada kemandirian.

Arsyanendra
Krisis Energi vs Investasi Hijau

Photo by Anders J

Pertengahan April tahun ini, ketika Brent sempat menyentuh US$100 per barel dan Indonesian Crude Price merangkak ke US$117, sesuatu yang jarang terjadi berlangsung serentak di delapan ibu kota ASEAN. setiap kementerian keuangan, pada saat yang nyaris bersamaan, menghitung ulang asumsi anggaran energinya. Ini bukan latihan tahunan biasa. Ini adalah stress test riil terhadap arsitektur fiskal yang dibangun selama satu dekade terakhir dan hasilnya mengungkap jurang yang semakin lebar antara negara yang sudah memulai transisi dan negara yang masih menunda.

Vietnam menjadi contoh paling dramatis. Harga solar di Vietnam melonjak 105 persen menjadi sekitar 39.660 dong per liter, sementara bensin RON 95 naik hampir 68 persen, memicu antrean panjang di stasiun pengisian dan kekhawatiran kelangkaan energi yang menjadi pemandangan sehari-hari. Filipina merespons dengan caranya sendiri, mengumumkan status darurat energi nasional, membatasi distribusi BBM, dan mengaktifkan subsidi darurat untuk menstabilkan pasar domestik. Indonesia dan Malaysia, sementara itu, memilih jalur ketiga, yaitu menggali lebih dalam ke kantong subsidi yang sudah menggunung.

Inilah inti persoalan yang ingin kami bedah dalam analisis ini, bukan sekadar mencatat siapa yang panik dan siapa yang tenang, tapi memahami mengapa pilihan kebijakan setiap negara mencerminkan filosofi fiskal yang sangat berbeda, dan ke mana arah itu membawa kawasan ini dalam lima tahun mendatang.

Sebuah ...

Konten Premium

Artikel ini eksklusif untuk pelanggan PRIME. Tingkatkan langganan Anda sekarang untuk membuka akses ke seluruh laporan, esai mendalam, dan berita eksklusif kami tanpa batas.

Langganan Sekarang
art.share.title

Ruang Diskusi

0 Komentar

Bacaan terkait

Dari kategori Ekonomi & Pasar
Reformasi Agraria Presiden Prabowo
Ekonomi & Pasar

Reformasi Agraria Presiden Prabowo

Sebuah dekrit yang menggemparkan. Presiden Prabowo Subianto mencanangkan kebijakan cukup radikal, tanah hak milik yang terlantar akan kembali ke pangkuan negara. Di balik gestur tegas ini, tersimpan narasi besar tentang keadilan, produktivitas, dan masa depan Indonesia.

kristyan4 mnt baca
Perubahan Rantai Pasok yang Menguntungkan Pedagang ASEAN
Ekonomi & Pasar

Perubahan Rantai Pasok yang Menguntungkan Pedagang ASEAN

Di permukaan, durian beku dari Sulawesi Tengah dan kapal tanker gas alam cair dari perairan Sarawak tampak tidak berhubungan sama sekali. Namun keduanya menceritakan babak yang sama, Asia Tenggara sedang menulis ulang peta dagangnya sendiri. dan kali ini, sebagian besar keuntungan jatuh ke tangan pelaku usaha di kawasan, bukan perantara di luar sana.

kristyan Purnama5 mnt baca
#durian#export