Ada pemandangan yang sulit didamaikan akal sehat pekan lalu. Di Manggarai Timur, warga menggali reruntuhan masjid dan menghitung jenazah. Di Pontianak, pengemudi menyalakan lampu utama pada siang bolong karena jarak pandang menciut di bawah satu kilometer. Dan di lantai bursa Jakarta, indeks harga saham gabungan justru menutup pekan di level tertinggi barunya, 6.525,69, ditopang penguatan rupiah dan data kredit yang solid saat IHSG mengakhiri sesi dengan kenaikan tipis, meski angka harian itu menyembunyikan cerita yang jauh lebih besar, dalam lima hari perdagangan penuh, indeks mendaki dari kisaran sebelumnya.
Dua krisis, satu ekonomi, dan satu pertanyaan yang jarang diajukan dengan jujur. jika pasar tidak panik, apakah itu berarti biayanya tidak nyata atau justru berarti biayanya belum jatuh tempo?
Konten Premium
Artikel ini eksklusif untuk pelanggan PRIME. Tingkatkan langganan Anda sekarang untuk membuka akses ke seluruh laporan, esai mendalam, dan berita eksklusif kami tanpa batas.
Langganan Sekarang


