Dua pesawat tua buatan manusia menemukan sesuatu yang tidak ada dalam buku teks manapun, sebuah dinding plasma membara yang suhunya mencapai 50.000 Kelvin.
Inilah temuan yang sedang mengubah cara kita memahami di mana, tepatnya, tata surya kita berakhir.
Dua Tetua yang Masih Berbicara dari Kejauhan
Voyager 1 dan Voyager 2 diluncurkan pada 1977, tahun ketika perang dingin masih dingin, ketika komputer masih sebesar lemari, ketika tidak ada yang tahu bahwa dua mesin ini akan menjadi objek buatan manusia yang melakukan perjalanan terjauh sepanjang sejarah peradaban.
Per Juni 2025, Voyager 1 berada di ruang antarantariksa, terletak di konstelasi Ophiuchus, sekitar 24,9 miliar kilometer dari Bumi, setara dengan lebih dari 166 kali jarak antara Bumi dan Matahari. Voyager 2 menyusul di belakangnya. Sinyal yang mereka kirimkan, bergerak dengan kecepatan cahaya, membutuhkan lebih dari 21 jam untuk sampai ke antena penerima di Bumi.
Namun dari jarak yang nyaris tak terbayangkan itu, kedua wahana ini terus berbicara. Dan yang mereka ceritakan tentang batas tata surya kita jauh lebih dramatis dari yang pernah kita perkirakan.
Di Mana Matahari Kehilangan Suaranya ?
Untuk memahami temuan ini, perlu dipahami terlebih dahulu arsitektur tak kasat mata yang melingkupi tata surya kita.
Matahari memancarkan aliran partikel bermuatan yang disebut angin surya secara terus-menerus, yang pada akhirnya...
Konten Premium
Artikel ini eksklusif untuk pelanggan PRIME. Tingkatkan langganan Anda sekarang untuk membuka akses ke seluruh laporan, esai mendalam, dan berita eksklusif kami tanpa batas.
Langganan Sekarang


