Memuat Data Pasar...
Teknologi & Masa DepanPrime30 Juni 2026 9 mnt baca

Mengukur Kesiapan untuk Era Transaksi Multi-mata Uang dan Konektivitas Yuan-Rupiah

Dari Shanghai hingga Manila, arsitektur pembayaran lintas batas Asia Tenggara sedang dirombak ulang. Tapi apakah ini benar de-dolarisasi, atau sesuatu yang lebih hati-hati?

Arsyanendra
Mengukur Kesiapan untuk Era Transaksi Multi-mata Uang dan Konektivitas Yuan-Rupiah

Photo by Anna Shvets

Pada 11 Juni lalu, di sebuah ruang pertemuan di Shanghai, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Gubernur People's Bank of China Pan Gongsheng menandatangani serangkaian dokumen yang, di atas kertas, terdengar teknokratis. kerangka kerja sama mata uang lokal, pengaturan kliring renminbi, partisipasi langsung dalam sistem pembayaran lintas batas Tiongkok. Tidak ada konferensi pers besar, tidak ada pernyataan dramatis tentang dolar yang sekarat. Namun di balik bahasa birokratis itu tersembunyi sebuah pertanyaan yang jauh lebih besar: apakah Asia Tenggara, dan Indonesia khususnya, sedang membangun jalur keluar dari ketergantungan dolar atau sekadar menambah jalur cadangan di samping jalur yang sudah ada?

Jawabannya, seperti kebanyakan hal dalam geoekonomi, tidak sesederhana narasi yang beredar di media sosial maupun di forum BRICS. Yang terjadi di Shanghai bulan ini adalah satu titik dalam jaringan yang jauh lebih luas dan lebih lama dibangun. jaringan yang melibatkan bukan hanya yuan dan rupiah, tetapi juga baht, ringgit, peso, dan dong, serta sebuah proyek bernama Nexus yang mungkin akan mengubah arsitektur pembayaran kawasan secara permanen sebelum dekade ini berakhir.

Babak Baru di Shanghai, Akar yang Jauh Lebih Tua

Kerja sama mata uang lokal Indonesia-Tiongkok bukan hal baru. Skemanya dimulai sebagai Local Currency Settlement pada 2020, dengan kuotasi nilai tukar langsung antara rupiah dan yuan serta sejumlah bank yang ditunju...

Konten Premium

Artikel ini eksklusif untuk pelanggan PRIME. Tingkatkan langganan Anda sekarang untuk membuka akses ke seluruh laporan, esai mendalam, dan berita eksklusif kami tanpa batas.

Langganan Sekarang
art.share.title

Ruang Diskusi

0 Komentar

Bacaan terkait

Dari kategori Teknologi & Masa Depan
Sains Membuktikan Eksistensi Indra Ketujuh Manusia
Teknologi & Masa Depan

Sains Membuktikan Eksistensi Indra Ketujuh Manusia

Di antara hiruk-pikuk peradaban yang terobsesi pada teknologi digital, sebuah tim peneliti dari Queen Mary University of London menemukan sesuatu yang mengejutkan, bukti empiris tentang kemampuan sensorik manusia yang selama ini tersembunyi di balik kesibukan zaman modern. Bukan lagi sebatas spekulasi mistis atau dongeng metafisik, melainkan fenomena biologis yang terukur, terverifikasi, dan mengubah paradigma kita tentang batasan tubuh manusia.

kristyan5 mnt baca
Perang Chip dan Dampaknya ke Ekosistem Asia
Teknologi & Masa Depan

Perang Chip dan Dampaknya ke Ekosistem Asia

Inilah perang chip. Bukan metafora. Bukan hiperbola. Ini adalah konflik sungguhan antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang sedang membentuk ulang arsitektur ekonomi global, dan konsekuensinya terasa paling dalam justru di kawasan Asia Tenggara.

Arsyanendra6 mnt baca
#komputer#teknologi
DEFA ASEAN Menuju Penandatanganan November 2026
Teknologi & Masa Depan

DEFA ASEAN Menuju Penandatanganan November 2026

Update substantial conclusion negosiasi DEFA dan potensinya mendorong ekonomi digital kawasan menuju $2 triliun berdasarkan studi kasus Indonesia dan Vietnam dalam talenta AI serta governance

Arsyanendra7 mnt baca
#digital#DEFA