Ada sebuah momen pada musim panas 2025 yang luput dari perhatian banyak orang, namun secara simbolis begitu kaya. Di hadapan media internasional, Marco Rubio (Menteri Luar Negeri Amerika Serikat di bawah pemerintahan Trump) dengan tenang menyatakan bahwa era Amerika sebagai satu-satunya negara adidaya adalah sesuatu yang secara historis "tidak normal," dan bahwa sistem internasional pada akhirnya akan bergerak menuju multipolaritas.
Bayangkan konteks pernyataan itu. Ini bukan ucapan seorang akademisi di ruang kuliah. Ini adalah pengakuan dari lingkaran dalam kekuatan terbesar yang pernah ada di muka bumi modern. Seorang Menteri Luar Negeri Amerika (dari partai yang paling gigih menjaga supremasi Washington) secara implisit mengakui bahwa dunia unipolar telah berakhir.
Atau, setidaknya itulah yang tampaknya terjadi di permukaan.
Ilusi yang Nyaman, Kenyataan yang Lebih Rumit
Narasi yang sedang beredar di ruang-ruang kebijakan dan media adalah ini, Amerika sedang menurun, Tiongkok sedang naik, dunia bergerak menuju multipolaritas. Ceritanya terasa bersih dan linear, seperti skenario pergantian dinasti yang mudah dicerna.
Namun, laporan Munich Security Report 2025 menyimpulkan dengan presisi yang cukup mengejutkan bahwa sistem internasional hari ini memperlihatkan elemen-elemen unipolaritas, bipolaritas, multipolaritas, dan nonpolaritas sekaligus. Bukan satu kondisi tunggal, melainkan sebuah campuran dari semuanya. dunia yang...
Konten APEX Eksklusif
Artikel ini eksklusif untuk pelanggan APEX. Tingkatkan langganan Anda sekarang untuk membuka akses ke seluruh laporan, esai mendalam, dan berita eksklusif kami tanpa batas.
Langganan Sekarang


