Memuat Data Pasar...
Dunia & GeopolitikApex29 Juni 2026 8 mnt baca

Dunia Setelah Hegemoni

Ketika Tidak Ada Lagi Satu Pun Negara yang Cukup Besar untuk Menguasai Segalanya

kristyan Purnama
Dunia Setelah Hegemoni

Photo by Bhabin Tamang

Ada sebuah momen pada musim panas 2025 yang luput dari perhatian banyak orang, namun secara simbolis begitu kaya. Di hadapan media internasional, Marco Rubio (Menteri Luar Negeri Amerika Serikat di bawah pemerintahan Trump) dengan tenang menyatakan bahwa era Amerika sebagai satu-satunya negara adidaya adalah sesuatu yang secara historis "tidak normal," dan bahwa sistem internasional pada akhirnya akan bergerak menuju multipolaritas.

Bayangkan konteks pernyataan itu. Ini bukan ucapan seorang akademisi di ruang kuliah. Ini adalah pengakuan dari lingkaran dalam kekuatan terbesar yang pernah ada di muka bumi modern. Seorang Menteri Luar Negeri Amerika (dari partai yang paling gigih menjaga supremasi Washington) secara implisit mengakui bahwa dunia unipolar telah berakhir.

Atau, setidaknya itulah yang tampaknya terjadi di permukaan.

Konten APEX Eksklusif

Artikel ini eksklusif untuk pelanggan APEX. Tingkatkan langganan Anda sekarang untuk membuka akses ke seluruh laporan, esai mendalam, dan berita eksklusif kami tanpa batas.

Langganan Sekarang
art.share.title

Ruang Diskusi

0 Komentar

Bacaan terkait

Dari kategori Dunia & Geopolitik
Latihan PLA-Indonesia di Timur Taiwan
Dunia & Geopolitik

Latihan PLA-Indonesia di Timur Taiwan

Analisis mengapa Indonesia memilih latihan bersama China di lokasi sensitif, implikasi bagi ASEAN centrality, posisi hedging Jakarta, dan bagaimana langkah ini dibaca oleh Washington serta tetangga ASEAN

kristyan Purnama8 mnt baca
#taiwan#china
Narasi Ketegangan Taiwan China dan Skenario Masa Depan
Dunia & Geopolitik

Narasi Ketegangan Taiwan China dan Skenario Masa Depan

Antara Jam Berdetak dan Jendela Kesempatan yang Menyempit, Dunia menyaksikan paradoks yang membingungkan di Selat Taiwan. Di satu sisi, Beijing melancarkan latihan militer terbesarnya pada Desember 2025, operasi "Justice Mission 2025" yang mensimulasikan blokade pelabuhan utama Taiwan dengan tingkat kecanggihan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Di sisi lain, sebagian besar analis masih berhati-hati untuk tidak memprediksi invasi yang sudah di ambang pintu

kristyan7 mnt baca