Memuat Data Pasar...
Dunia & GeopolitikPrime27 Juli 2026 9 mnt baca

ASEAN Kembali Menegaskan Centrality Saat Dunia Makin Terbelah

Di Manila, pertengahan akhir Juli, sebuah ruang pertemuan menampung sesuatu yang semakin sulit ditemukan di tempat lain di dunia. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Tiongkok, Rusia, dan India duduk dalam rangkaian forum yang sama, dalam pekan yang sama, di bawah tuan rumah yang sama.

Arsyanendra
ASEAN Kembali Menegaskan Centrality Saat Dunia Makin Terbelah

Photo by Lukas Kindl

Di Manila, pertengahan akhir Juli, sebuah ruang pertemuan menampung sesuatu yang semakin sulit ditemukan di tempat lain di dunia, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Tiongkok, Rusia, dan India duduk dalam rangkaian forum yang sama, dalam pekan yang sama, di bawah tuan rumah yang sama. Selama tiga hari, Manila menjadi tuan rumah bagi Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN, ASEAN Regional Forum, East Asia Summit, ASEAN Plus Three, dan ASEAN Defense Ministers' Meeting-Plus. menampilkan ASEAN sebagai pusat saraf diplomatik kawasan, dengan kehadiran Marco Rubio, Wang Yi, Sergei Lavrov, dan S. Jaishankar.

Yang membuat pemandangan ini janggal bukan siapa yang hadir, melainkan kapan ini terjadi. Hanya sehari sebelum pertemuan dimulai, personel Penjaga Pantai Tiongkok dan awak angkatan laut Filipina terlibat konfrontasi fisik di Second Thomas Shoalins. iden yang oleh Filipina disebut sebagai serangan menggunakan tongkat kayu terhadap kapal BRP Sierra Madre, kapal karam yang selama dua dekade menjadi pos militer terdepan Manila di perairan sengketa. Departemen Luar Negeri AS segera mengecam tindakan itu sebagai berbahaya dan mengganggu stabilitas kawasan. Ini bukan latar belakang yang tenang untuk sebuah forum yang katanya merayakan dialog.

Namun justru di titik gesekan itulah pertanyaan yang lebih besar layak diajukan. mengapa, di tengah dunia yang kian terbelah oleh logika blok dan konfrontasi, ASEAN memilih untuk menegaskan kembali (bukan melunakkan) bahasa sentralitas,...

Konten Premium

Artikel ini eksklusif untuk pelanggan PRIME. Tingkatkan langganan Anda sekarang untuk membuka akses ke seluruh laporan, esai mendalam, dan berita eksklusif kami tanpa batas.

Langganan Sekarang
art.share.title

Ruang Diskusi

0 Komentar

Bacaan terkait

Dari kategori Dunia & Geopolitik
Narasi Ketegangan Taiwan China dan Skenario Masa Depan
Dunia & Geopolitik

Narasi Ketegangan Taiwan China dan Skenario Masa Depan

Antara Jam Berdetak dan Jendela Kesempatan yang Menyempit, Dunia menyaksikan paradoks yang membingungkan di Selat Taiwan. Di satu sisi, Beijing melancarkan latihan militer terbesarnya pada Desember 2025, operasi "Justice Mission 2025" yang mensimulasikan blokade pelabuhan utama Taiwan dengan tingkat kecanggihan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Di sisi lain, sebagian besar analis masih berhati-hati untuk tidak memprediksi invasi yang sudah di ambang pintu

kristyan7 mnt baca
"Blockade Diplomacy" Ketika Laut Menjadi Senjata Baru Kekuasaan
Dunia & Geopolitik

"Blockade Diplomacy" Ketika Laut Menjadi Senjata Baru Kekuasaan

Di tengah perang AS-Iran yang bergolak sejak Februari 2026, Selat Hormuz berubah dari koridor energi dunia menjadi papan catur geopolitik paling berbahaya abad ini. Inilah anatomi dari sebuah doktrin baru: diplomasi melalui blokade.

Rama Wijaya5 mnt baca