Memuat Data Pasar...
Teknologi & Masa DepanPrime5 Agustus 2026 8 mnt baca

ASEAN Belum Siap Menjadi "Indispensable" di Era AI.

Analisis komparatif mengapa empat ekonomi Asia tersebut sedang membangun indispensability di rantai AI, sementara sebagian besar ASEAN masih tertinggal di level aplikasi. Implikasi bagi kedaulatan digital, tenaga kerja, daya saing manufaktur regional dan Pelajaran dari Taiwan, Korea, Jepang, dan Vietnam

Arsyanendra
ASEAN Belum Siap Menjadi "Indispensable" di Era AI.

Photo by Andrey Matveev

Ada satu pertanyaan yang jarang diajukan secara terbuka di ruang-ruang kebijakan Jakarta, Kuala Lumpur, atau Hanoi. jika esok pagi rantai pasok semikonduktor global tiba-tiba terputus, siapa yang akan ditelepon lebih dulu oleh Washington, Beijing, atau Brussels? Jawabannya, sejauh ini, hampir tidak pernah menyebut satu pun ibu kota ASEAN. Ia akan menyebut Hsinchu, Icheon, Kumamoto, atau (belakangan ini) Bac Ninh.

Itu bukan kebetulan geografis. Itu adalah hasil dari tiga dekade keputusan industri yang disengaja, sebagian menyakitkan, dan hampir selalu tidak populer secara politik jangka pendek. Sementara sebagian besar Asia Tenggara sibuk merayakan pertumbuhan ekonomi digital berbasis aplikasi (ride-hailing, e-commerce, layanan keuangan digital). Taiwan, Korea Selatan, Jepang, dan belakangan Vietnam sedang mengerjakan sesuatu yang jauh lebih sunyi namun jauh lebih menentukan, yaitu menjadikan diri mereka mustahil untuk dilewati dalam arsitektur kecerdasan buatan global.

Perbedaan ini bukan soal siapa yang "lebih maju" secara teknologi dalam pengertian awam. Ini soal siapa yang memegang simpul (chokepoint) yang tidak bisa digantikan dalam waktu singkat oleh pesaing mana pun dan siapa yang sebaliknya, hanya menyediakan kapasitas yang bisa dipindahkan begitu insentif berubah.

Konten Premium

Artikel ini eksklusif untuk pelanggan PRIME. Tingkatkan langganan Anda sekarang untuk membuka akses ke seluruh laporan, esai mendalam, dan berita eksklusif kami tanpa batas.

Langganan Sekarang
art.share.title

Ruang Diskusi

0 Komentar

Bacaan terkait

Dari kategori Teknologi & Masa Depan
Sains Membuktikan Eksistensi Indra Ketujuh Manusia
Teknologi & Masa Depan

Sains Membuktikan Eksistensi Indra Ketujuh Manusia

Di antara hiruk-pikuk peradaban yang terobsesi pada teknologi digital, sebuah tim peneliti dari Queen Mary University of London menemukan sesuatu yang mengejutkan, bukti empiris tentang kemampuan sensorik manusia yang selama ini tersembunyi di balik kesibukan zaman modern. Bukan lagi sebatas spekulasi mistis atau dongeng metafisik, melainkan fenomena biologis yang terukur, terverifikasi, dan mengubah paradigma kita tentang batasan tubuh manusia.

kristyan5 mnt baca
Perang Chip dan Dampaknya ke Ekosistem Asia
Teknologi & Masa Depan

Perang Chip dan Dampaknya ke Ekosistem Asia

Inilah perang chip. Bukan metafora. Bukan hiperbola. Ini adalah konflik sungguhan antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang sedang membentuk ulang arsitektur ekonomi global, dan konsekuensinya terasa paling dalam justru di kawasan Asia Tenggara.

Arsyanendra6 mnt baca
#komputer#teknologi