Temuan Utama:
— Ekonomi scam siber di Asia Tenggara kini diperkirakan bernilai puluhan miliar dolar per tahun, dengan taksiran global UNODC mendekati US$40 miliar, namun kerugian yang paling sulit dipulihkan bukan finansial, melainkan kesediaan warga untuk saling percaya.
— Krisis ini tidak lagi bisa dipetakan sebagai dua isu terpisah. Ekonomi perbudakan-siber di perbatasan Myanmar-Kamboja dan radikalisasi remaja lewat subkultur daring di Jakarta, Kuala Lumpur, dan Manila tumbuh dari akar struktural yang sama: kapasitas kelembagaan yang tertinggal jauh dari kecepatan integrasi digital ASEAN sendiri.
Konten APEX Eksklusif
Artikel ini eksklusif untuk pelanggan APEX. Tingkatkan langganan Anda sekarang untuk membuka akses ke seluruh laporan, esai mendalam, dan berita eksklusif kami tanpa batas.
Langganan Sekarang


